Mainin Komputer Tua

Hari ini iseng aja ngisi waktu yang membosankan dengan melihat dan bongkarin komputer tua di sudut ruang kerja. Iya, daripada tambah bosan kan? Lumayan, mengisi waktu dengan hal-hal yang menyenangkan seperti ini. Iseng nyalain komputer tua itu (hasil beli second dengan sahabat saya di Mempawah beberapa tahun silam), ternyata si dual core ini masih bisa hidup. Walopun baru sampai BIOS, duh senengnya. masih ada harapan.
Penampakan BIOS

Coba utak atik setup kalnder dan beberapa settingan boot upnya. ada beberapa pesan eror. nggak mau simpan data perubahan bios. oohh Baterai Motherboard habis. okey, baterai kancing mobo sudah saya ganti. dan akhirnya, setelah merubah beberapa kabel SATA pada mobo, akhirnya komputer berhasil masuk pada System Operasi.

Sempat kepikiran juga sih pengen jadikan komputer ini untuk mainkan Linux. Ubuntu atau mint gitu.
sempat juga cari-cari link download source OS Ubuntu nya.
Sambil melihat si komputer tua ini, jadi ingat komputer lain, ada yang AMD Athlon Socket 939 (pengganti Pentium III) dan ada juga yang Intel Pentium 4, Socket LGA 775. Kalau  yang dua itu nggak yakin bisa nyala...(Mobonya pada eror).


Beberapa saat kemudian jadi ingat dengan Komputer pertama yang dibelikan bonyok untuk kuliah, Pentium III, 800 Mhz :) tapi entah kemana Komputer itu, sejak rusak Mobonya, tidak keurus lagi. karena kalau mau beli ganti atau cari Mobonya, sudah sangat sulit mencarinya. mau nggak mau harus cari motherboard yang sedang ada di pasaran. yang waktu itu jadi beli Motherboard AMD Athlon.

Kepikiran sih cari Barang Bekas atau Spare Part Second untuk mengisi kekurangan2 mereka. jadi kepikiran lagi, "Seru juga kali ya mengkoleksi komputer-komputer tua?". Balik lagi ke soal komputer tua. Kenapa enggak untuk koleksi Komputer tua? iya kan? Motor tua aja banyak yang ngoleksi.

Ya udah, untuk mendukung pemikiran itu, saya mulai deh browsing ke toko Online Favorite.
 wah ternyata jaman sekarang Pentium 4 dihargai hanya 50 ribu :P Padahal di jaman mereka lahir, ini barang banyak yang cari. dan nggak bisa semua orang bisa menikmatinya. Karena di masa itu, komputer dengan Spek Pentium 4 lumayan mahal bagi kebanyakan orang, termasuk saya :).

Processor Intel Pentium

Dari melihat-melihat processor, juga coba liat2 RAM, mulai yang DDR2, DDR3 second juga banyak. dan juga melihat keberadaan Mainboard Second yang layak untuk dipakai.

Dari hasil penelusuran yang singkat itu, jadi sempat kepikiran ide, jualan komputer second di Mempawah! mungkin nggak ya build sebuah komputer dengan spek2 second? modal misalnya 500 ribuan, lalu dijual? :) hmm....

Komentar