Ketika AI Mengingatkan Saya: Membangun Website atau Mengelola Realitas?

"Ngobrol sama siapa?" "Sama Gemini AI." "Hah? Ngobrol sama robot?"

Ya, benar. Beberapa waktu lalu saya terlibat diskusi yang cukup dalam dengan Gemini, kecerdasan buatan milik Google. Topik yang kami bahas sebenarnya sederhana: "Bagaimana cara memajukan UMKM melalui teknologi internet?"

Tangkapan Layar Obrolan Gemini Ai
Screen Shot Gemini Ai

Sebagai seseorang yang ingin melihat UMKM naik kelas, saya mengutarakan sebuah ide kepada Gemini. Saya berniat membuatkan website usaha secara gratis bagi para pelaku UMKM. Harapan saya jelas, agar produk dan jasa mereka bisa dikenal lebih luas, melintasi batas kota (bahkan negara?).

Namun, alih-alih memberikan tutorial teknis atau kode pemrograman untuk membangun website, jawaban Gemini justru membuat saya tertegun.

Pertanyaan yang Menohok: "Bagaimana Jika Dibiarkan?"

Gemini justru melontarkan pertanyaan reflektif: “Bagaimana jika website yang sudah dibangun itu nantinya justru dibiarkan saja tanpa pengelolaan?”

Seketika saya terdiam. Kalimat itu seperti menyentil realitas yang sering kita temui. Banyak dari kita—baik individu maupun organisasi—begitu semangat di awal untuk membuat website atau portal digital. Namun, setelah domain terbeli dan halaman mengudara, website tersebut justru terbengkalai. Menjadi "rumah hantu" digital yang isinya informasi usang dan tidak terawat.

Padahal, website yang tidak diurus justru bisa memberikan citra kurang profesional bagi sebuah usaha.

Solusi yang Lebih Membumi: Google Maps

Alih-alih menyarankan pembuatan website yang kompleks dan memakan biaya pemeliharaan (maintenance), AI mengarahkan saya pada solusi yang jauh lebih praktis dan efektif untuk skala UMKM: Mengelola Profil Bisnis di Google Maps.

Kenapa ini lebih masuk akal?

  1. Mudah Ditemukan: Saat orang mencari "Warung Kopi Terdekat" atau "Jasa Jahit", Google Maps langsung memberikan hasil secara instan.

  2. Interaksi Langsung: Fitur ulasan (review) dan foto dari pelanggan jauh lebih dipercaya daripada sekadar tulisan di website profil.

  3. Pengelolaan Ringan: Pelaku UMKM cukup mengunggah foto produk atau jam operasional lewat ponsel. Tidak perlu pusing soal hosting atau coding.

Pelajaran Berharga

Diskusi dengan AI kemarin memberi saya perspektif baru. Ternyata, membantu UMKM bukan melulu soal memberikan teknologi yang paling canggih atau paling keren. Membantu UMKM adalah tentang memberikan solusi yang berkelanjutan (sustainable) dan sesuai dengan kapasitas mereka untuk mengelolanya.

Membuatkan website itu mudah, namun menumbuhkan kebiasaan untuk "hadir" secara digital itulah tantangan sebenarnya. Bagi rekan-rekan UMKM, yuk mulai rapikan profil bisnis kita di Google Maps. Kadang, langkah kecil yang konsisten jauh lebih berdampak daripada langkah besar yang berhenti di tengah jalan.

Kalau menurut Anda, mana yang lebih penting bagi UMKM: Website sendiri atau eksistensi di Google Maps?

Komentar