Freddy Hernawan
Catatan Panjang Perjalanan Anak Manusia
Tuesday, May 01, 2012
Punya Laptop Baru
Friday, March 23, 2012
Antrian di SPBU Membuat Marah
Antrian yang sudah tak teratur dan tidak habis-habisnya itu diakibatkan oleh oknum dan beberapa penimbun premium dan solar yang terus-menerus melakukan antrian. Saya pikir mereka memiliki niat untuk menghabiskan stok SPBU, supaya orang-orang disekitar mau tidak mau harus membeli bensin di kios bensin ecerean di sekitar SPBU. ini benar-benar sudah keterlaluan. bisnis seperti ini seharusnya dilarang oleh pemerintah demi keadilan bagi setiap warga negara dalam mendapatkan BBM khususnya premium. Kenapa ini terkesan seperti dibiarkan...?
Biasanya saya melakukan pemotretan di lokasi, tetapi kali ini saya merasa enggan, karena khawatir tingkat tinggi dan takut akan di marahi oleh oknum dan preman yang sedang mengantri dengan mobil dan motor yang tak jelas sudah bentuknya.
Saya pikir ini akibat dari akan dinaikkannya harga BBM (Bahan Bakar Minyak) khususnya premium oleh pemerintah yang sekarang Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 di seluruh Indonesia. harga premium di kios-kios bensin sekitar mempawah adalah Rp. 6.000. terkadang saya merasa terpaksa membeli di kios-kios bensin karena di SPBU sudah habis alias kosong. SPBU sering mengalami kekosongan stok karena "dimakan" oleh oknum yang kemudian di jual ke kios-kios bensin di sekitar seharga Rp. 5.500. Informasi soal harga yang mereka dapatkan itu saya dapat dari beberapa penjual Bensin Eceran (kios). mereka datang dengan mobil menawarkan Bensin untuk dijual kembali. Mengapa menjadi monopoli seperti ini?
Saya benar-benar merasa tak diperlakukan adil oleh pemerintah. Sementara warga miskin mendapatkan BLT, sedangkan saya mendapatkan apa (dalam rangka kenaikan BBM ini)?
Tolong kepada semua pihak yang terkait, segeralah luruskan permasalahan ini. kenapa ketika saya benar-benar membutuhkan premium harus antri yang begitu panjang, membuang waktu, berpanas-panasan menyiksa diri, membuat emosi memuncak? bisakah kami rakyat kecil hidup dengan tentram, nyaman dan damai di negeri tercinta ini?
Wednesday, March 07, 2012
Tugas di Kantor Lurah
Hari ini adalah yang kesekian kalinya kami bertugas di kantor lurah sungai pinyuh kecamatan sungai pinyuh. Sudah lebih sebulan kami bertugas di sini. Kami bertugas setiap hari rabu. Seminggu sekali.
Di sela-sela waktu dikala tidak ada kegiatan sambil menunggu pemohon atau masyarakat yg memasukkan permohonan perizinan, saya menyempatkan diri untuk menuliskan blog ini.
Sampai saat ini masih belum ada pemohon, khususnya pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang datang mengurus di kantor lurah sungai Pinyuh. Yah mungkin masyarakat belum tahu keberadaan pelayanan kami juga ada di kantor lurah sungai pinyuh. Semoga.. dengan adanya tulisan ini, ada masyarakat yang tahu kalau Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Pontianak juga melayani di kantor lurah sungai pinyuh utk setiap hari rabunya. Yah mirip seperti kantor pajak motor (samsat) pontianak yang juga membuka layanan di mega mall pontianak. Jadi masyarakat daerah hulu (toho, anjungan, siantan dan sungai pinyuh tak perlu repot-repot jauh sampai ke mempawah untuk pengurusan perizinan ini. Semoga inisiatif ini bisa sukses. Semoga...
Saturday, March 03, 2012
Wednesday, February 15, 2012
Manajemen itu penting
Beberapa minggu yang lalu saya memesan lemari khusus untuk obat. Dimensi lemari kayu yang saya pesan dengan tinggi 50 cm dan lebarnya 30 cm. Gambar atau design lemari saya serahkan langsung kepada si pemilik tempat khusus pembuatan lemari di mempawah.
Tidak seperti pesanan yang pernah saya buat disitu, pemesanan lemari /kotak obat kali ini lebih melorot dari segi waktu. Dulu untuk menyelesaikan lemari tempat helm hanya 2 minggu penyelesaian.
Kali ini pesanan lemari obatnya lebih lama. Sudah 3 minggu pesanan saya belum juga jadi, padahal dr segi ukuran dan kuantitas bahan lebih sedikit tetapi kenapa belum juga jadi?
Si pemilik usaha pembuatan lemari aka tukang kayu belum memiliki manajemen yang baik. Dari segi penerimaan pelanggan, manajemen tukangnya dan sampai distribusi barang belum di manage dengan baik, sehingga banyak pekerjaan yang bermasalah.
Waktu lemari helm pesanan pertama saya diantar kerumah, mereka tersesat mengantar barangnya ke rumah saya. Ternyata, si pembuat lemari menyerahkan kepada pihak ketiga untuk mengantarkan lemari pesanan tersebut. Sehinnga saya harus repot menunjukkan kembali alamat rumah saya kepada si pengantar barang via telp.
Nah, sebaiknya bagi pengusaha yang ingin maju harus memiliki manajemen yang baik, sehingga tidak membuang banyak waktu dan tenaga.
Saya memberikan sedikit masukan tentang manajemen kepada mereka. Semoga bisa mereka pahami.
