Jumat, 25 Agustus 2017

Review ASUS ZenBook 3 Deluxe UX490UA, Notebook yang Lux dan Stylish

Kemarin, tepatnya Selasa, 15 Agustus 2017 penulis diberi kesempatan untuk menghadiri launching Event, 6 Produk notebook teranyar dari Asus. Senang dan bangga bisa menghadiri event tersebut. Big Thanks For Asus Indonesia. Di kesempatan itu, pada akhir acara, penulis diberikan waktu untuk melakukan uji coba secara langsung (Hands on) beberapa produk Notebook yang baru saja di luncurkan. Ini juga merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri bagi penulis,  karena bisa memegang dan mencoba karya yang begitu lux dan stylish. Produk yang kami coba salah satunya adalah Zenbook 3 Deluxe UX490. Oleh karena itu, di tulisan exclusive kali ini, penulis akan membahas tuntas tentang Asus Zenbook 3 Deluxe. Yuk mari kita simak.

Meski sekarang seolah ASUS harus membagi fokusnya ke dalam beberapa lini bisnis penting seperti smartphone dan juga perangkat gaming dengan brand ROG, namun ASUS tetap bisa adil membagi waktu untuk juga concern pada lini bisnis perangkat ultrabooknya.

Buktinya, meski seri ZenFone dan ROG terbaru terus keluar, perangkat-perangkat komputasi yang ramping ini tetap hadir dengan membawa kecanggihan teknologi yang tak hanya sekedar gimmick belaka. So, sepertinya ASUS tidak ingin ada yang menjadi anak emas atau anak tiri dalam rangkaian seluruh lini usaha miliknya.

Setahun sudah waktu berlalu ketika pertama kali ZenBook 3 UX390 diperkenalkan pada publik 2016 silam. Kini sang penerusnya telah lahir membawa tongkat estafet teknologi yang tak kalah canggih dari pendahulunya itu.

Adapun perangkat yang melanjutkan estafet perjuangan notebook ultra tipis itu adalah ZenBook 3 Deluxe UX490. Notebook ini membawa sejumlah update dari teknologi yang dikembangkan oleh ASUS UX390, antara lain port konektor USB Type C yang lebih banyak dan tentu saja membuatnya lebih multifungsi.

Design yang Lux dan Stylish
Dahulu, ketika pertama kali memperkenalkan ZenBook 3 pada masyarakat dunia, melalui perhelatan Computex pada Maret tahun lalu, Chairman ASUS, Jonney Shih, mengklaim bahwa notebook terbarunya itu adalah perangkat komputasi yang paling prestigious di muka bumi. Tetapi, apakah klaim tersebut masih shahih hingga hari ini? Mari kita buktikan.
Okey cukup sudah intermezonya. Pertama-tama yang akan penulis bahas adalah designnya. Karena "design" pada Asus Zenbook merupakan keunggulannya.
Diamond Cut yang dilapisi warna emas yang elegant
Nah, seperti yang Anda lihat, sisi pinggiran yang telah dipahat dengan gaya diamond cut tersebut dilapisi dengan warna emas. Melalui proses elektrokimia terbentuk lapisan oksida berpori, memungkinkan dilakukan proses sekunder yaitu pewarnaan. 




LID Cover dengan Design Concentric Circle, Bertuliskan "ASUS" warna emas

Freddy Hernawan bersama Zenbook 3 DeluxeDesain Unggulan yang Disempurnakan
Pada penerusnya kali ini, ZenBook 3 Deluxe, ASUS sejatinya masih menggunakan basis desain yang hampir mirip dengan ZenBook 3. Meski begitu, penulis tetap masih saja kagum dengan desainnya yang sekarang.

Padanan warna antara biru gelap serta gold di bagian lis tepiannya terlihat begitu menarik. Engselnya pun sangat mudah dibuka dan juga terasa kompak.

Panel LID cover masih menggunakan desain khas ZenBook yakni Concentric Circle Design ditambah dengan logo ASUS dibagian tengah berwarna keemasan. Penyematan ini membuat kesan elegan dan artistiknya terasa begitu kental.

Kendati terlihat begitu mirip, namun ada satu perbedaan yang terletak pada ukuran layarnya. Layar ZenBook 3 Deluxe dibuat agak lebih besar yakni 14 inci, sementara pendahulunya memiliki bentang layar 12,5 inci.

Hal ini sepertinya adalah respon dari permintaan pasar, dimana ketika pertama kali dirilis, seri ZenBook 3 mendapatkan banyak sorotan pada ukuran layarnya yang dinilai terlalu kecil sehingga terkesan seperti netbook. Dengan membuatnya lebih besar, diharapkan pengalaman penggunaanya akan semakin baik, terutama untuk urusan multimedia.

Dimensi Zenbook 3 Deluxe
ZenBook 3 Deluxe dirancang dengan tipis. Panjangnya 32,9 CM dengan lebar 21,0 CM dan tinggi 1,29 CM. Dengan dimensi tersebut, perangkat ini  memiliki berat 1,1 Kg. Dibandingkan dengan ZenBook 3 yang berbobot 910 gram, memang ultrabook ini lebih berat. Tetapi perbedaan yang kecil itu sebanding dengan peningkatan yang dibuatnya.


Bahan Utama
Kendati dibuat sangat tipis, Anda tidak perlu meragukan kekuatannya material utamanya. ZenBook 3 Deluxe UX490 dirancang menggunakan bahan alumunium alloy dengan grade yang biasa dipergunakan pada industri pesawat terbang. Perusahaan menyebutnya sebagai aerospace grade alumunium alloy.

Penggunaan material alumunium alloy membuat konstruksi rangka notebook tersebut menjadi sangat kokoh dan kuat. Allumunium alloy pun terkenal sangat ringan, so ini sekaligus menjadi jawaban kenapa UX490 menjadi sangat ringan.

Warna Zenbook 3 Deluxe
ZenBook UX390 memiliki tiga warna menarik antara lain rose gold, quartz grey dan royal blue.
3 Warna yang di produksi Asus untuk Zenbook 3 Deluxe

Keberanian Jonney Shih melontarkan klaim bahwa UX390 adalah notebook paling prestigious di muka bumi, mungkin salah satunya disebabkan oleh desain diamond cut. Jika dicermati pengaplikasian konsep tersebut pada UX490 memang sungguh mampu membuatnya terlihat begitu cantik dan manis.

Design lengkungan ala diamond cut, struktur lapisan alumuniumnya juga telah diperkuat dengan proses anodizing atau anodisasi. Secara kimiawi, anodisasi adalah sebuah proses pelapisan secara elektrokimia yang bertujuan untuk mempertebal atau memperkuat lapisan protektif alami pada logam.

Proses anodisasi tersebut juga mampu meningkatkan keandalan dari permukaan material serta dapat meningkatkan ketahanan terhadap korosi. Aluminium merupakan logam yang sering di anodizing. Logam non-feros lain yang biasa di anodizing adalah Magnesium dan Titanium.

Warna yang diaplikasikan pada lapisan hasil anodazing tahan terhadap sinar ultraviolet sehingga tidak mudah pudar. Tidak seperti proses surface treatment lainnya, anodisasi tetap mengizinkan mempertahankan tampilan logam dasarnya. Sehingga terlihat mampu menghasilan warna yang mengkilap dan juga menarik.

Prosesor Kabylake dan Memory Dual Channel
Beralih pada performa, sebelum kita menyinggung lebih jauh, penulis akan lebih dulu menjabarkan spesifikasi. Performa sistem komputasinya ditenagai oleh prosesor generasi ke-7 ciptaan Intel berkode nama Kabylake. ZenBook UX490 menggunakan prosesor hemat daya yakni Intel i7-7500U, yang ditandai dengan embel-embel huruf U dibelakang yang berarti prosesor untuk komputer jinjing atau ulrabook.

Dibandingkan dengan Intel Skylake, prosesor Intel Kabylake memiliki beberapa peningkatan yakni nilai TDP-up menjadi 2,9 Ghz. Sementara pada Skylake ketika prosesor sedang memaksimalkan seluruh core-nya untuk bekerja maksimal, nilai yang mampu didulang hanya 2,6 GHz.


Sang prosesor dikawani oleh memori sebesar 16 GB bertipe DDR3 dengan konfigurasi memori dual channel. Fitur ini tentu saja sangat bermanfaat, karena akan membuat proses komunikasi antara prosesor dan RAM berjalan simultan.


Manfaatnya akan terasa sekali, salah satunya, ketika Anda membuka aplikasi. Proses start-up akan berjalan lebih cepat pada memori dual channel dibandingkan dengan memori yang hanya menggunakan standar single channel.
Keterangan Penggunaan Intel Core i7 7500U

Keterangan Grafis Zenbook 3 Deluxe pada CPU Z
Berikut ini adalah hasil pengujian ASUS ZenBook 3 Deluxe UX490UA dengan 3DMark aplikasi benchmark populer:




Kartu Grafis
ASUS memperbarui sistem olah grafisnya yang sudah terintegrasi pada prosesor. Jika sebelumnya ZenBook 3 menggunakan Intel HD 520. Sekarang ZenBook 3 Deluxe telah dipercanggih dengan GPU terbaru yakni Intel HD 620. Dalam beberapa perbandingan (benchmarking), Intel HD 620 memiliki performa lebih tinggi dibandingkan dengan versi sebelumnya.

Benchmarks Kartu Grafis

Storage aka Media Penyimpanan
Adapun proses baca/tulis data, akan diantisipasi oleh media penyimpanan berbasis NVMe SSD berukuran 1000GB (versi sebelum hanya berkapasitas 500GB). Memori storage yang digunakan telah memanfaatkan teknologi Non-Volatile Memory. Jenis storage ini memiliki kelebihan antara lain memiliki Batas Kedalaman Antrian (Queue Deep Limits) yang sanggup menangani hingga 64.000 perintah dengan hingga 64.000 antrian dalam satu waktu. Hal ini membuatnya bertindak sangat cepat dalam mengolah proses komputasi.
Perbandingan Storage

System Pendingin
Mungkin sebagian dari Anda akan mengajukan pertanyaan, bagaimana caranya menyematkan komponen Intel Core i7, yang notabene memiliki performa yang besar ke dalam notebook setipis ini? Seperti apa sistem pendinginannya?

Jawabannya adalah ASUS mendesain ulang sistem pendingin (fan) serta mereduksi ketebalannya mencapai 3mm saja. Sementara heatpipe-nya juga secara otomatis tereduksi pula ketebalannya menjadi hanya 0,1 mm. Cara kerjanya fan akan mengalirkan udara panas melalui heatpipe kemudian mengeluarkannya lewat ventilasi yang terletak di belakang engsel laptop.

Lantas bagaimana caranya ASUS membuat baling-baling dari kipas menjadi sangat tipis namun tetap kuat, agar mampu mengusir panas yang terjadi didalam. Rahasianya ialah, mereka menggunakan  material bernama liquid crystal polymer” untuk merancang baling-baling fan tersebut.

Liquid crystal polymer lazim juga disebut sebagai Vectran atau  polymer kristal cair. Serat dari Vectran memiliki kekuatan hingga dua kali lipat dibandingkan Kevlar, yang biasa dipergunakan sebagai bahan pembuat rompi anti peluru. Tidak hanya fan-nya, tetapi seluruh komponen internal dirombak agar mampu menata ulang berbagai komponen penting supaya muat didalam.
System Pendingin Zenbook



Port Konektivitas
Dalam aspek ini, ZenBook 3 Deluxe juga mendapatkan banyak peningkatan. Sebelumnya ASUS hanya menyertakan 1 buah port konektor USB Type C yang berfungsi sebagai charging port sekaligus kirim/terima data. Port tersebut bisa di-ekstrak kemampunya dengan menyambunya dongle khusus yang diberikan secara gratis terdiri dari HDMI, USB 3.0 Type A dan juga port USB Type C. Port konektor tersebut dapat dipergunakan untuk mentransfer data, mengisi daya, serta display port.

Dogle Khusus Zenbook 3 Deluxe

Kali ini pun demikian, ASUS tetap memberikan dongle tersebut secara gratis. Namun bedanya, port yang diberikan lebih banyak yakni tiga buah plus 1 buat audio jack. Dua buah terletak disebelah kanan sementara sisanya ada sisi kiri.


Port Kanan
 Salah satu port yang terletak dikanan, tepatnya dibagian belakang, berfungsi sebagai charging port sekaligus bisa berkirim-terima data. Anda juga bisa menhubungkan display berukuran 4K lewat dua port tersebut. Salah satu port memiliki fitur Thunderbolt dimana dia mampu mengirim data hingga 40 Gbps atau 8 kali lebih cepat dari USB 3.0.
Port USB Type C Gen 2

Satunya lagi USB Type C gen 2, dimana kecepatan teoritisnya adalah 10 Gbps atau 20 kali lebih cepat dari USB 2.0.

Keyboard pada Zenbook
ASUS ZenBook 3 Deluxe dilengkapi dengan keyboard bawaan yang punya fitur chicklet serta memiliki tingkat kedalaman tekanan atau travel distance 1,2 mm. Untuk ukuran keyboard mobile yang sangat tipis seperti ini, fitur tersebut kami acungi jempol.


Travel distance akan membuat Anda nyaman ketika mengetik meskipun berlama-lama. Keyboard menjadi salah satu komponen penting yang diperhatikan kenyamanan penggunaannya. Sebab dengan menyasar pasar para eksekutif dan pebisnis muda, mereka adalah tipikal pengguna yang memang hampir secara keseluruhan bergelut dengan kegiatan mengetik, seperti membuat proposal, bisnis plan dan lainnya. Karenanya sudah betul ASUS memperhatikan aspek ini dan membuat fungsi keyboardnya menjadi semumpuni mungkin.
Keyboard Zenbook

Fingerprint yang Sangat Cepat
Fitur fingerprint sensor dihadirkan untuk menambah kenyamanan dan keamanan Anda dalam menggunakan perangkat ini. Yang juga tak boleh dilewatkan adalah fitur fingerprint scanner yang tersemat pada perangkat ini. Setelah mencobanya, kecepatannya dalam mengenali sidik jari untuk meng-unlock notebook sangatlah cepat. Patut diapresiasi.

Finger Print dan Touchpad Zenbook


Touchpad
Touchpad telah mendukung fitur smart gesture yang dinamakan dengan Precision Touch Pad (PTP). Secara sederhana fitur ini adalah serangkai pola gerakan khusus yang telah dibuat secara sistematis untuk pengoprasian touchpad yang lebih nyaman.

Ketika ingin melakukan klik kiri, cukup sentuhkan satu jari pada touchpad. Untuk men-drag, gunakan satu jari kemudian geser ke arah yang diinginkan. Ada juga mode untuk melakukan zoom in/out hanya dengan mencubit touchpad menggunakan ibu jari dan telunjuk. Desain  Touchpad pun dibuat lebih lega agar pengguna lebih leluasa ketika harus mengoprasikan perangkat ini tanpa menggunakan mouse.

Display / Layar yang Menyegarkan
Hampir semua lini ZenBook terbaru dilengkapi dengan panel display yang mampu memukau mata. Pada ZenBook UX390 digunakan panel beresolusi Full HD yang dilapisi dengan kaca tahan gores Corning Gorilla Glass 4. Sementara ZenBook 3 Deluxe memakai panel kaca tahan gores Corning Gorilla Glass 5.

Layarnya memiliki panel dengan fitur sRGB hingga 100 persen dan tingkat refresh rate 60Hz. Anda pun akan dimanjakan dengan jarak pandang yang luas alias wide view angle hingga 178 derajat. Layar tersebut mampu menampilkan kecerahan gambar sangat tinggi hingga 300 nits. Sementara nilai kekontrasannya pun sangat tinggi hingga 1000:1.

Layar Zenbook 3 Deluxe

Yang sungguh menarik lainnya, terletak pada bezelnya yang sangat tipis. Ketika pertama kali melihatnya penulis hampir menyangka notebook ini bezeless, ternyata tidak. Hanya saja dia memiliki screen to body ratio mencapai 84 persen dan bezel yang sangat tipis berukuran 7.46 mm.

Segudang Fitur Optimalisasi Visual
Meski telah menyelipkan komponen hardware yang mumpuni untuk mengoptimalisasi tampilan visual, ASUS tampaknya tidak lantas puas begitu saja. Untuk mendukung dan memperkuat aspek tersebut, mereka telah mengembangkan beberapa software khusus.

Software tersebut antara lain bernama ASUS Splendid Technology, Tru2Life Video, dan TruVivid. Pertama penulis ingin mengupas software bernama Splendid. Teknologi ini mampu mengoptimalisasikan berbagai kondisi gambar agar dapat ditampilkan dengan sebaik mungkin. Sehingga, apapun aktivitas yang Anda lakukan, baik menyaksikan film ataupun melihat foto, semua tampak lebih hidup.

Di dalam Splendid terdapat empat buah mode yang bisa dipergunakan pengguna untuk menyetel layar agar nyaman ketika dipergunakan. Empat mode tersebut antara lain, Normal Mode, Eye Care Mode, Vivid Mode, dan Manual Mode.
Asus Splendid Technology

Normal Mode adalah mode dimana LCD telah diprogram (setting) secara lebih optimal untuk kenyamanan tampilan visual. Penggunaan mode ini cocok untuk bekerja sehari hari, seperti mengedit dokumen dan melihat gambar.

Eye Care Mode adalah mode dimana kecerahan pada cahaya biru di layar akan direduksi untuk menghindari cedera pada retina mata. Mode ini dirancang untuk keperluan penggunaan laptop dalam waktu yang lama. Mode ini merupakan fitur teknologi terbaru yang telah dirancang oleh para engineer ASUS, dengan mempertimbangkan faktor kesehatan pada mata tadi. Cahaya biru pada layar akan dikurangi hingga 33 persen. Seperti diketahui ketika komputer dalam keadaan hidup (bekerja) display akan menampilkan cahaya biru pada rentang spektrum 450-495 nm. Cahaya biru tersebut merupakan salah satu penyebab dari degenerasi makula dan cedera pada retina. Dengan fitur Eye Care yang terdapat di dalam Splendid, cahaya pada panel LCD akan dibuat lebih kuning (redup) untuk mengurangi dampak cedera tersebut.

Vivid Mode adalah mode dimana pengguna akan mendapatkan kontras warna, serta ketajaman gambar yang lebih tinggi dari sebelumnya. Itu berguna untuk memberikan pengalaman visual yang lebih hidup untuk melihat gambar seperti pemandangan di dalam film, foto dan lainnya.

Manual Mode adalah mode dimana pengguna dapat dengan bebas mengatur kecerahan dan tampilan pada layar sesuai dengan preferensi yang diinginkan.

Penulis telah menguji aplikasi ini dan mendapati bahwa, mode eye care memang sangatlah menarik. Ketika mengaktifkannya dan menggunakan notebook dalam waktu yang lama, pengguna merasa  sangat nyaman menggunakannya (menatap layar notebook).


Sedangkan TruVivid adalah sebuah teknologi untuk menyempurnakan kejernihan, kecerahan dan tingkat responsifitas pada layar. Teknologi ini mentransformasi desain yang umumnya diberikan pada layar perangkat pintar. Desain konvensional pada sebuah gadget umumnya tersusun atas empat lapisan antara lain, pelindung kaca, panel sentuh, celah udara dan modul LCD.

Nah, pada TruVivid, ada bagian yang dieliminasi dan digabungkan sehingga hanya menyisakan dua lapisan yakni pelindung kaca dan panel sentuh dan LCD. Hal ini memberikan dampak positif berupa tampilan yang lebih jelas, dimana nilai transparasi optiknya bisa mencapai diatas 94 persen dibandingkan desain panel layar perangkat pintar konvensional. Hal ini juga dapat mereduksi reflection rate (tingkat pantulan bayangan) di layar mencapai 67persen.

Terakhir adalah teknologi bernama ASUS Tru2Life Video yang diklaim akan selalu mampun menyajikan tampilan gambar bergerak yang mengagumkan pada perangkat ini. Tru2Life dikembangkan menggunakan teknologi pengolah gambar terbaru yang dapat Anda temukan pada perangkat televise high-end modern. Fitur ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang realistis terhadap sebuah video. Caranya  dengan meningkatkan kontras hingga 200 persen untuk memberikan ketajaman warna yang akurat dan detil.

Suara Jernih Disokong Harman Kardon
Berbeda dari biasanya, kali ini ASUS menggandeng pabrikan audio asal Amerika Harman/Kardon untuk menyokong kualitas audio yang memukan di lini notebook premium-nya. ASUS menyatakan kalau keluaran suara pada perangkat ini dua kali lebih kencang dari notebook premium pada umumnya.
Speaker Zenbook

ASUS meletakan empat buah speaker pada UX490 antara lain dua buah diatas sisanya dibawah berdekatan dengan palmrest. ASUS membuat 4 speaker kualitas tinggi terpisah yang ditenagai 4 ampli pintar yang bisa menghasilkan suara surround.

Setiap speaker punya tugas masing-masing. Yang atas ini untuk bass dan frekuensi sedang. Dan 2 lainnya untuk frekuensi sedang sampai tinggi Speaker bawah ini punya 5-magnet supaya suara lebih keras.

Ketika penulis mengujinya dengan memaksimalkan volume hingga batas tertinggi, dentuman suara yang dikeluarkan terasa kencang dan renyah. Tak hanya itu, kualitas keluaran suara pun dapat diatur lebih lanjut sesuai keinginan pengguna dengan aplikasi AudioWizard.

Melalui AudioWizard, pengguna dapat men-setting suara ke dalam lima buah mode, yakni music mode, movie mode, recording mode, gaming mode, speech mode, atau juga mematikannya.
Audio Wizard

Kesimpulan
Penyempurnaan yang diperuntukan bagi ZenBook 3 Deluxe, seakan membuatnya semakin perfect. Dari mulai ukuran layar yang diperbesar, performa yang ditingkatkan, fitur dan port yang ditambah, membuatnya semakin fungsional untuk Anda yang mengidamkan perangkat mumpuni namun ingin tetap terlihat stylish.

Ini menjadikannnya alternatif baru bagi dunia ultrabook. Anda yang mungkin tidak terlalu ingin menggunakan MacBook karena telah terbiasa dengan aplikasi sistem operasi Windows, bisa menjadikannya sebagai pilihan cerdas untuk kebutuhan profesional dan harian Anda yang semakin sibuk.

Semua update ini tidak bisa dipandang biasa saja. Sehingga hasil sintesa penulis untuk notebook ini layak dipinang bagi Anda yang begitu mencintai gaya hidup masa kini.



13 komentar:

  1. Ngiler banget sama perangkat ini saya... Semoga bisa cepat kesampaian... 😃😃😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas.. beneran buat ngiler :) termasuk say ajuga ngiler.. :P

      Hapus
  2. Salah satu perangkat yg menjadi list saya utk dibeli guna menunjang ngeblog nih mas....

    BalasHapus
  3. lengkapppp mas freddy :)

    semoga kita beruntung ya punya zenbook 3 deluxe mas. hehe..

    BalasHapus
  4. Mantappp tulisannya Bang, kompleks dan detail. Semoga sukses ya... ;-)

    BalasHapus
  5. Keceh banget bang, apalagi ada sidik jarinya!

    BalasHapus
  6. Notebook itu memang menaikkan derajat kegantengan sebanyak 257,4893% :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih banyak om dah mau betandang ke blog saya yang sederhana ini :)

      Hapus
  7. Wow kece banget ini sih!... Manteblah bisa megang asus delux ini

    BalasHapus

Feel Free for Comment. Silahkan berkomentar apa saja. Komentar kalian sangat membantu saya. karena akan membuat saya lebih semangat :)